Showing posts with label Islam. Show all posts
Showing posts with label Islam. Show all posts

Thursday, June 30, 2016

Malam Lailatul Qadar


Malam Lailatul Qadar

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang lebih baik dari seribu bulan dan hanya terjadi sekali yaitu saat bulan Ramadhan, Laitul Qadar terjadi pada saat 10 hari terakhir pada bulan Ramadhan dan terjadi pada malam yang ganjil seperti ke- 21, 23, 25, 27, dan 29. Walau bagaimanapun tidak ada satupun manusia yang tahu kapan sebernarnya terjadi malam Lailatul Qadar bahkan Nabi Muhammad SAW pun tidak mengetahuinya hanya Allah SWT yang mengetahuinya. mengapa demikian? karena agar umat Islam rajin beribadah di sepanjang malam khususnya di sepuluh malam yang terakhir. Biasanya sebagian umat muslim menjaga malam ini dengan beribadah sepanjang malam.

Malam-malam ini merupakan malam yang ditunggu-tunggu oleh seluruh umat mukmin. Dan di percaya sebagi turunnya Al-Qur'an sebagaimana yang diterangkan di dalam kitab Allah dan hadis Rasulullah SAW. di antaranya firman Allah SWT:
“Sesungguhnya kami menurunkan Al-Quran pada malam Lailatulqadar dan apakah yang menyebabkan engkau mengerti apa itu Lailatulqadar. Lailatulqadar lebih baik daripada 1000 bulan. Pada malam itu, para malaikat dan Jibril turun dengan keizinan daripada Tuhan mereka untuk setiap urusan. Malam ini sejahtera hingga terbit fajar”.

Beberapa pendapat Ulama mengenai malam Lailatul Qadar ini :
  • Pertama, Ar-Rabi’ berpendapat bahwa lailatul qadar lebih baik dari umur seribu bulan.
  • Kedua, menurut Mujahid, beramal di lailatul qadar lebih utama dari beramal seribu bulan di selain lailatul qadar.
  • Ketiga, Qatadah mengatakan, lailatul qadar lebih baik dari seribu bulan yang tidak terdapat di dalamnya lailatul qadar.
  • Keempat, Ibnu Abi Najih dan Mujahid mengisahkan, seorang dari Bani Israil pernah mengerjakan shalat malam hingga shubuh. Pada waktu paginya, dia berperang sampai sore. Rutinitas ini dilakukannya selama seribu bulan. Kemudian Allah SWT mengabarkan bahwa beribadah pada lailatul qadar lebih baik dari amalan yang dilakukan laki-laki tersebut, meskipun selama seribu bulan.
  • Kelima, ada pula yang berpendapat, beribadah saat lailatul qadar lebih baik dari kekuasan Nabi Sulaiman selama lima ratus bulan dan kekuasaaan Dzul Qarnain selama lima ratus bulan.
Kesimpulannya malam Lailatul Qadar adalah malam yang mulia yang sangat baik digunakan untuk beribadah, akan tetapi kita sebagai umat-Nya bertakwa lah selalu agar kita senantiasa selalu berada di jalan yang lurus jalan orang-orang yang diridhai dan diberikan kenikmatan oleh-Nya sampai kita bertemu dengan-Nya nanti. Amin. Semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Monday, June 27, 2016

Apakah menggosok gigi membatalkan Puasa?


Mungkin sebagian orang bertanya-tanya mengenai hal ini , apakah menggosok gigi membatalkan puasa? menggosok gigi adalah kegiatan membersihkan bagian dalam mulut sehingga mulut terasa segar dan menghilangkan bau pada mulut, bagaimana jika keadaan sedang berpuasa apakah di perbolehkan? karena berpuasa seringkali menyisakan bau mulut yang kurang nyaman bila tercium oleh orang lain. Meskipun demikian, dalam sebuah hadits telah disebutkan bahwa bau mulut orang yang berpuasa bagaikan wangi misk di sisi Allah. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 


وَلَخُلُوفُ فِيهِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ
“Sungguh bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi.
 
Dalam hal ini, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanya, “Apakah seseorang yang berpuasa boleh menggunakan pasta gigi padahal dia sedang berpuasa di siang hari?”
Beliau menjawab, “Melakukan seperti itu tidaklah mengapa selama tetap menjaga sesuatu agar tidak tertelan di kerongkongan. Sebagaimana pula dibolehkan bersiwak bagi orang yang berpuasa baik di pagi hari atau sore harinya.” [6]

Pertanyaan yang serupa juga pernah disampaikan kepada Syaikh Muhammad bin Shalih al- Utsaimin, “Apa hukum menggunakan pasta gigi bagi orang yang berpuasa di siang hari bulan Ramadan?”
Beliau menjelaskan, “Penggunaan pasta gigi bagi orang yang sedang berpuasa tidaklah mengapa jika pasta gigi tersebut tidak sampai masuk ke dalam tubuhnya (tidak sampai ia telan, pen). Akan tetapi, yang lebih utama adalah tidak menggunakannya karena pada pasta gigi terdapat rasa yang begitu kuat yang bisa jadi masuk ke dalam perut seseorang tanpa dia sadari. Oleh karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepada Laqith bin Shobroh,


بَالِغْ فِى الاِسْتِنْشَاقِ إِلاَّ أَنْ تَكُونَ صَائِمًا
“Bersungguh-sungguhlah dalam beristinsyaq (memasukkan air ke dalam hidung), kecuali bila engkau sedang berpuasa.”

Kesimpulannya lebih baik tidak menggosok gigi saat berpuasa sampai menunggu waktu berbuka dan sebelum masuk waktu subuh atau sebaiknya menggosok gigi tidak menggunakan pasta, karena pasta mempunyai rasa yang kuat yang bisa masuk kedalam perut seseorang tanpa ia sadari. Jika orang yang berpuasa tersebut tidak menggunakan pasta gigi hingga waktu berbuka, maka berarti dia telah menjaga dirinya dari perkara yang dikhawatirkan merusak ibadah puasanya. Sekian semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.
 

Saturday, June 25, 2016

Haruskah Makmum membaca Al-Fatihah?

Haruskah Makmum membaca Al-Fatihah ?

Shalat merupakan kegiatan yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam bisa dilakukan secara sendiri atau bersama-sama disebutnya Berjama'ah, shalat berjama'ah juga pahalanya lebih besar dari pada sholat sendiri selain itu berjama'ah juga dapat menjalin silaturahmi yang baik sesama umat muslim. Imam sudah menjadi keharusan dalam membaca Al-Fatihah lantas Makmum apakah membacanya juga atau tidak ? 

Diambil dari beberapa pendapat ulama:
1. Imam Syafi’I mengharuskan makmum membaca al-Fatihah. Imam harus berhenti sejenak, agar makmum berkesempatan untuk membaca al-Fatihah (untuk shalat jahriah-suara iamam dikeraskan).
Alasan Imam Syafi’i yaitu berlandaskan pada sabda Rasulullah, “Tidak sah shalat seseorang yang tidak membaca surah al-Fatihah.”

Akan tetapi pendapat Imam Syafi'I di atas ditentang oleh beberapa ulama , Imam Syafi'I memperbolehkan jika ada Makmum yang terlambat dan Imam akan melakukan rukuk lalu Makmum tersebut melakukan takbir dan mengikuti rukuknya, sah bagi Makmum mendapat rakaat tersebut.

2. Imam Abu Hanifah mengatakan, “Bacaan imam berarti juga bacaan makmum. Oleh sebab itu, makmum tidak perlu membaca surah apa pun, baik dalam shalat jahriah (maghrib, isya da shubuh), maupun dalam shalat sirriyah-suara dipelankan (dzuhur dan ashar).
3. Imam Malik berpendapat bahwa dalam shalat jahriah makmum cukup dengan tekun mendengar bacaan imam. Itu sudah cukup. Berarti makmum sudah ikut membaca. Sedangkan dalam shalat sirriyah makmum harus membaca surah al-Fatihah, sebab dia tidak bisa mendengar bacaan imam.
Itulah ketentuan dalam membaca al-Fatihah oleh makmum. Selebihnya kembali kepada keyakinan Anda masing-masing. Saya hanya sekedar berbagi informasi saja pilihlah sesuai pengetahuan dan keyakinan anda, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua.

Sumber: Anda Bertanya Islam Menjawab/Karya: Prof. Dr. M. Mutawalli asy-Sya’rawi/Penerbit: Gema Insani

 

Thursday, June 23, 2016

Golongan-Golongan manusia dan 8 Perkaranya (Renungan)

Golongan-golongan manusia dan 8 Perkaranya (Renungan)
Manusia meliki jiwa yang bersifat rohani gaib tidak dapat di tangkap dengan panca indera yang berbeda dengan makhluk lain, karena manusia meliki akal, nafsu, berfikir, kalbu bisa desebut juga dengan jiwa/ruh. Pada hakikatnya manusia adalah makhluk yang paling sempurna dibandingkan dengan makhluk lainnya, diciptakan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku sebagaimana yang telah Allah SWT firmankan:
"Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
(
QS AL HUJURAT:13 )
Manusia terbagi beberapa golongan, siapa sajakah yang sering duduk bersama 8 golongan manusia, Allah SWT akan memberinya 8 perkara, apa saja simak penjelasan berikut.


ﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻷﻏﻨﻴﺎﺀ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺣﺐ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺍﻟﺮﻏﺒﺔ ﻓﻴﻬﺎ .
1. Barangsiapa yg duduk bersama orang-orang kaya, Allah akan menambahkan cinta kepada dunia & semangat untuk mendapatkan dunia.

ﻭﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻟﻔﻘﺮﺍﺀ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺸﻜﺮ ﻭﺍﻟﺮﺿﺎ ﺑﻘﺴﻤﺔ ﺍﻟﻠﻪ ﺗﻌﺎﻟﻰ.
2. Barangsiapa yg duduk bersama orang-orang miskin, Allah akan menambahkan perasaan syukur & ridho atas pemberian Allah.
 
ﻭﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻟﺴﻠﻄﺎﻥ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻜﺒﺮ ﻭﻗﺴﺎﻭﺓ ﺍﻟﻘﻠﺐ.
3. Barangsiapa yg duduk dengan para pemimpin/raja, Allah akan menambahkan perasaan sombong & kerasnya hati.


ﻭﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻟﻨﺴﺎﺀ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺠﻬﻞ ﻭﺍﻟﺸﻬﻮﻩ.
4. Barangsiapa yg duduk dengan perempuan, Allah akan menambahkan kebodohan & syahwat.
 
ﻭﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻟﺼﺒﻴﺎﻥ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻠﻬﻮ ﻭﺍﻟﻤﺰﺍﺡ.
5. Barangsiapa yg duduk dengan anak² kecil, Allah akan menambahkan lalai & gurau senda.
 
ﻭﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻟﻔﺴﺎﻕ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺠﺮﺃﺓ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﺬﻧﻮﺏ ﻭﺍﻟﻤﻌﺎﺻﻲ ﻭﺍﻹﻗﺪﺍﻡ ﻋﻠﻴﻬﺎ،ﻭﺍﻟﺘﺴﻮﻳﻒ ﻓﻲ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ.
6. Barangsiapa yang duduk dengan orang-orang fasiq, Allah akan menambahkan berani berbuat dosa & kemaksiatan serta mendorongkan diri untuk berbuat maksiat kemudian menunda-nunda akan taubat.

ﻭﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻟﺼﺎﻟﺤﻴﻦ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﺮﻏﺒﺔ ﻓﻲ ﺍﻟﻄﺎﻋﺎﺕ.
7. Barangsiapa yg duduk dengan orang-orang sholeh, Allah akan menambahkan perasaan cinta kepada amalan² keta'atan.
 
ﻭﻣﻦ ﺟﻠﺲ ﻣﻊ ﺍﻟﻌﻠﻤﺎﺀ ﺯﺍﺩﻩ ﺍﻟﻌﻠﻢ ﻭﺍﻟﻮﺭﻉ.
8. Barangsiapa yg duduk dengan para ulama', Allah akan menambahkan ilmu & perasaan tidak cintakan dunia.


Demikian penjelasan singkat mengenai Golongan-golongan manusia dan 8 Perkaranya (Renungan). Insyallah kita jadi pribadi yang mampu mengamalkan ilmu dan mengajarkan nya. Semoga artikel ini bisa menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi , sekian dan terima kasih. 

Monday, June 20, 2016

Hukumnya orang Berpuasa tetapi tidak Sholat


Sholat merupakan suatu ibadah yang wajib bagi umat muslim bahkan dalam keadaan sakit atau sesibuk apapun kita tetap harus melaksanakannya. Secara bahasa sholat bermakna do’a, sedangkan secara istilah, sholat merupakan suatu ibadah wajib yang terdiri dari ucapan dan perbuatan yang diawali dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam dengan rukun dan persyaratan tertentu.
Maka dari itu sejak kecil kita harus menanamkan ibadah sholat sampai beranjak baligh sholat akan menjadi suatu kewajiban. Dalam melakukan sholat, tidak bisa semau-mau, tetapi waktunya telah ditentukan seperti dalam firman Allah “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa : 103). Lantas bagaimana berpuasa tapi meninggalkan sholat ? simak penjelasan berikut. 

Syekh Ibnu Utsaimin rahimahullah dalam Fatawa Shiyam, hal. 87, ditanya tentang hukum puasa orang yang meninggalkan shalat?
Beliau menjawab, "Orang yang meninggalkan shalat, puasanya tidak sah dan tidak diterima. Karena orang yang meniggalkan shalat itu kafir dan keluar dari Islam (murtad). Berdasarkan firman Allah Ta’ala, "Jika mereka bertaubat, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, maka (mereka itu) adalah saudara-saudaramu seagama." (QS. At-Taubah: 11)

Dan sabda Nabi sallallahu’alaihi wa sallam,
"Antara seseorang dengan syirik dan kekufuran adalah meninggalkan shalat." (HR. Tirmizi, 2621, dishahihkan oleh Al-Albany dalam shahih Tirmizi)


Oleh karena itu , orang yang meninggalkan sholat adalah kafir (keluar Islam) maka amalan-amalan ibadah yang lain pun tidak diterima seperti berpuasa, lantas bagaimana jika hanya meninggal sholat 1 waktu saja seperti meninggalkan sholat subuh tapi menjalankan sholat yang lain. Seseorang jika sudah keluar dari Islam maka di haruskan mereka membaca syahadat di dalam sholat juga ada bacaan syahadat maka jika mereka sholat sudah otomatis masuk Islam.


Oleh sebab itu, kami katakan, “Shalatlah kemudian tunaikanlah puasa.” Adapun jika engkau puasa namun tidak shalat, amalan puasamu akan tertolak karena orang kafir (karena sebab meninggalkan shalat) tidak diterima ibadah dari dirinya.

Demikian penjelasan singkat mengenai Hukumnya orang Berpuasa tetapi tidak Sholat , maaf jika ada kesalahan karena kesalahan datangnya dari manusia dan kesempurnaan hanya ada pada Allah SWT. Semoga informasi ini bisa bermanfaat.

Sunday, June 19, 2016

Resep agar hidup lebih Istiqomah

Resep agar hidup lebih Istiqomah

Apa itu istiqomah ? mungkin sering terdengar di telinga dan mungkin juga ada yang sudah tahu apa itu istiqomah , istiqomah menurut bahasa artinya lurus sedangkan menurut syari'at yaitu menempuh jalan yang lurus dalam hal agama (Islam) tanpa menyimpang ke kanan atau kekiri. Agar lebih terhindar dari yang namanya maksiat kita sebagai manusia harus senantiasa istiqomah atau teguh dalam pendirian, berikut resep mengenai hidup lebih istiqomah.


Resep agar hidup lebih Istiqomah

1. Sholat Lima Waktu

Sholat merupakan cara pertama untuk hidup lebih istiqomah, karena ibadah sholat hukumnya wajib bagi umat muslim untuk melaksanakannya bahkan dalam keadaan sakit atau sesibuk apapun tetap harus menjalankannya. Maka dari itu sejak kecil kita harus menanamkan ibadah sholat sampai beranjak baligh sholat akan menjadi suatu kewajiban.
Dalam melakukan sholat, tidak bisa semau-mau, tetapi waktunya telah ditentukan seperti dalam firman Allah “Sesungguhnya shalat itu adalah kewajiban yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” (QS. An-Nisa : 103).
Dengan senantiasa melaksanakan shalat maka kita akan belajar untuk membuat sebuah perencanaan waktu yang baik, tradisi yang positif, dan menghindarkan diri untuk melakukan perbuatan yang akan merugikan diri sendiri ataupun orang lain.



Resep agar hidup lebih Istiqomah

2. Membaca Al-Qur'an
Resep kedua yaitu membaca Al-Qur'an, membaca al-qur'an bisa membuat hati menjadi tenang apabila membacanya dengan sungguh-sungguh maka akan banyak sekali kebaikan di dalamnya.
Al-Qur'an adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi umat manusia, setiap huruf Al-Qur'an di baca maka akan di balas oleh Allah SWT dengan 10 kebaikan. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري .
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]

Oleh sebab itu bangunlah tradisi membaca Al-Qur’an setiap harianya agar kehidupan kita menjadi lebih baik dunia-akhirat.

3. Silaturahmi
Resep selanjutnya adalah silaturahmi , ini yang paling penting sebab di zaman yang serba canggih ini manusia sulit sekali untuk silaturahmi, seharusnya di zaman serba canggih ini kita menjaga hubungan yang baik dengan banyak orang. sebenarnya
banyak cara untuk menyambung tali silaturahmi. Misalnya dengan cara saling berziarah (berkunjung), saling memberi hadiah, atau dengan pemberian yang lain. Silaturahmi juga bisa mendatangkan rezeki.

Rasulullah SAW bersabda:
“Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rizkinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR Bukhari).

Dengan menjalankan perintah bersilaturahim ini membuat kehidupan manusia menjadi lebih dinamis, progresif dan tentu saja bermanfaat bagi sesama. Oleh karena itu, mulailah jalin silaturahim dengan sesama.



4. Bersedekah
Selanjutanya yaitu Bersedekah (Bahasa Arab:صدقة; transliterasi: sadakah) adalah pemberian seorang Muslim kepada orang lain secara sukarela dan ikhlas tanpa dibatasi oleh waktu dan jumlah tertentu. Sedekah lebih luas dari sekadar zakat maupun infak. Karena sedekah tidak hanya berarti mengeluarkan atau menyumbangkan harta. Namun sedekah mencakup segala amal atau perbuatan baik. Dalam sebuah hadis digambarkan, “Memberikan senyuman kepada saudaramu adalah sedekah.”
Maka dari itu kita sebagai umat-Nya di haruskan bersedekah agar dibukakan pintu surga dan dijauhkan dari api neraka.


5.Tahajud
Yang terakhir cara agar hidup lebih istiqomah adalah sholat tahajud, hukumnya sunnah akan tetapi banyak sekali manfaat dan keutamaan-keutamaannya seperti dikabulkannya doa-doa. Sholat tahajud dilaksanakan pada sepertiga malam sampai menjelang waktu sholat subuh, tahajud juga dapat membuat hati menjadi tenang serta Allah SWT mengangkat derajat ke tempat yang terpuji. Sebagaima yang tercantum dalam Al-Qur'an.
"Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang terpuji."
(QS A1-Isra [17]: 79).


Sekian informasi mengenai hidup lebih Istiqomah, dijauhkan dari rasa galau dan perasaan-perasaan negatif sehingga selalu bisa teguh pendirian dalam ajaran Islam. Semoga kita selalu berada di jalan yang lurus.

Saturday, June 18, 2016

Orang-Orang yang dirindukan Surga


Orang-Orang yang dirindukan Surga

Surga adalah tempat terindah yang dijanjikan bagi umat yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, hanya membutuhkan amal kebaikan untuk dapat bisa kesana , surga biasa di deskripsikan seperti ini  “sesuatu yang tak pernah terlihat oleh mata, terdengar oleh telinga, terpikirkan oleh otak dan terbersit oleh indra perasaan manusia.” surga sungguh luar biasa, mungkin seluruh umat muslim sangat ingin ke surga maka dari itu saya ingin memberi informasi mengenai siapasajakah yang dirindukan oleh surga? silahkan simak artikel berikut ini semoga artikel ini mengingatkan kalian untuk lebih dekat lagi kepada-Nya yaitu Allah SWT.


1. Orang yang membaca Al-Qur'an

Kenapa orang yang membaca Al-Qur'an ? karena Al-Qur'an adalah wahyu yang diturunkan Allah SWT kepada Nabi Muhammad SAW sebagai pedoman bagi umat manusia, setiap huruf Al-Qur'an di baca maka akan di balas oleh Allah SWT dengan 10 kebaikan. dan Al-Qur'an juga adalah kitab penyempurna dari kitab-kitab sebelumnya. Al-Qur'an juga di turunkan pada bulan suci Ramadhan dan banyak sekali keutaman dalam membaca Al-Qur'an.
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda : 

(( خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ )) رواه البخاري .
“Sebaik-baik kalian adalah yang mempelajari Al-Qur`an dan mengajarkannya.” [Al-Bukhari 5027]
Dari penjelasan di atas sudah jelas mengapa orang membaca Al-Qur'an akan di rindukan surga karena Al-Qur'an kitab sempurna dan pedoman bagi umat manusia banyak sekali keutamaan bagi yang membacanya.

2. Orang yang menjaga lisannya

Walaupun lidah tidak bertulang tapi lidah itu lebih tajam dari pedang, lidah juga dapat memberi dampak buruk bagi manusia karena bisa dapat menyebabkan peperangan antar bangsa manusia. Sebagaimana yang telah Allah SWT firmankan :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًايُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَمَن يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu sekalian kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Barangsiapa mentaati Allah dan RasulNya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar” [Al-Ahzab : 70-71]

Maka dari itu kita sebagai manusia harus memanfaatkan anugrah yang telah Allah SWT berikan yaitu mengatakan hal-hal yang baik seperti dakwah Islam, berhati-hatilah dalam berkata karena bisa membuat amalan-amalan kebaikanmu hilang.


3. Orang yang memberi makan kepada yang kelaparan

Allah SWT adalah Dzat Maha Pengasih dan Penyayang yang memberikan balasan atas sekecil apapun amalan kebaikan yang dilakukan oleh umat-Nya. Orang yang memberi makan kepada yang lapar ada salah satu ciri yang akan dirindukan surga, adab memberi makan kepada yang lapar sudah banyak di tinggalkan oleh kaum muslim padahal pada zaman sekarang ini banyak sekali umat muslim yang kelaparan. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ خَيْرَكُمْ مَنْ أَطْعَمَ الطَّعَامَ.

“Sesungguhnya orang terbaik diantara kalian adalah orang yang memberi makan”. [HR. Ibnu Sa’ad dalam Ath-Thobaqot (3/227) Al-Hakim dalam Al-Mustadrok (no. 7739) Ath-Thobroniy dalam Al-Kabir (7310), dan lainnya. Hadits ini dinilai hasan-shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam dalam Shohih At-Targhib (no. 948)]

Jika kalian ingin menjadi orang yang dirindukan surga jadilah orang yang memberi makan kepada yang lapar niscaya Allah SWT akan membalas kalian dengan memberi  kalian makan pada akhir zaman atau pada saat yang lain kelaparan.


4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan

Seperti yang sudah saya jelaskan mengenai ramadhan di postingan sebelumnya sungguh luar biasa kenikmatan yang Allah SWT berikan di bulan ramadhan ini banyak sekali keutamaan-keutamaan di bulan ramadhan ini. Puasa juga termasuk rukun Islam yang keempat, bahkan di bulan yang mulia ini semua dosa di ampuni oleh Allah SWT dan Allah SWT menjanjikan kepada umat-Nya terbebas dari panasnya api neraka.
Allah SWT berfirman:


شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu
.” (QS. Al Baqarah [2] : 185)


Oleh sebab itu orang yang berpuasa di bulan ramadhan ini akan menjadi orang yang dirindukan surga.
Baca Juga : Definisi Ramadhan dan Hadistnya
Demikian postingan mengenai orang-orang yang dirindukan surga semoga postingan ini bermanfaat, kesimpulannya jadilah pribadi yang lebih baik dan lakukanlah amalan-amalan yang baik pula niscaya kita akan termasuk orang-orang yang dirindukan surga Allah SWT.



Wednesday, June 15, 2016

Definisi Ramadhan dan Hadistnya

Definisi Ramadhan dan Hadistnya

Ramadhan adalah salah satu bulan Qomariyah yang di tetapkan dalam kalender Islam "TAHUN HIJRIYAH". Ramadhan menurut arti bahasa terik matahari yang membakar. Nama itu di ambil dari kejadian musim yang kebetulan mataharinya sedang terik membakar, atau disebut demikian, karena memang bulan ramadhan itu membakar dosa dengan meminta ampun dan banyak beramal shaleh.
Mengapa dengan bulan Qomariyah ?
Karena di dalamnya terkandung berbagai hikmah/silaturahmi Allah SWT.

Bulan ramadhan adalah bulan turunnya Al-Qur'an kitab penyempurna kitab-kitab sebelumnya, dan pada bulan ini pula dakwah Islamiyah mulai dikumandangkan. maka dari itu shiyam/puasa pada bulan ramadhan ini adalah pengabdian dan kenangan yang seharusnya selalu hidup dalam diri setiap orang yang beriman.

                                                                                سُومُوالِرُؤيَتِهِ وَاَ فْتِرُوالِرُؤيَتِهِ فَاِ نْ غُمَّ عَلَيْكُمْ فَاَ كْمِلُوا عِدَّ ةَ شَعْبَا نَ شَلَا شِيْنَ 
SHUUMUU LIRU’YATIHI WA-AFTHIRUU LIRU’YATIHI, FA-IN GHUMMA ‘ALAIKUM FA-AKMILUU ‘IDDATA SYA’BAANA TSALAATSIINA.
Artinya:
"Berpuasalah kamu setelah melihat bulan, dan berhari rayalah kamu setelah melihatnya pula. Jika awan menutupi kamu dari melihat bulan, maka sempurnakanlah bilangan Sya'ban itu menjadi tiga puluh hari." (HR Bukhori)

Demikian penjelasan singkat mengenai Definisi Ramadhan dan Hadistnya, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Saya sarankan perbanyaklah ibadah di bulan Ramadhan ini dan jadikanlah bulan ramadhan ini untuk menambah ketaqwaan dan keimanan agar kita senantiasa selalu berada di jalan yang lurus.
Baca Juga : Resep agar hidup lebih Istiqomah